Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Catatan Masak

Kwetiau yang Rumit

  Memasak adalah seni mengolah kesabaran manusia. Cuci-cuci, iris-iris, tumis-tumis, goreng-goreng, tabur-tabur, koreksi rasa, aduk-aduk, koreksi rasa lagi, lalu bingung sendiri. Ini udah layak disebut makanan belum sih? Sore itu, setelah seharian menahan lapar, sewajan penuh kwetiau tersaji dengan meriah. Tidak ada kitab resep yang diikuti, hanya kenekadan yang diperhitungkan. Kupikir kwetiau akan lebih sehat dengan banyak sayuran. Tapi rupanya mengawinkan secara paksa antara makanan tidak sehat dan makanan sehat juga ada aturannya. Ada  yang matching alias rukun sentosa, ada yang berkelahi seperti ini. Rasanya tidak blended, terpisah satu sama lain.  Lain kali, mungkin takaran bawang daun harus mengalah. Bawang daun harus lebih beretika sebagai tamu, jangan mendominasi tuan rumah. Wortel juga tidak akan "kupaksa" lagi untuk berdamai dengan kwetiau. Lain kali, akan kucoba sayuran lain saja. Bahan: Kwetiau, wortel, cabe merah besar, bawang daun, bumbu bawang merah putih, ...

Tumis Kentang Wortel

Aku tidak pandai memasak. Belum. Tapi aku yakin memasak itu bukan bakat alami seseorang dari lahir melainkan hasil latihan. Jadi, bisa saja suatu hari nanti, itupun kalau tekadku kuat, aku bisa jago masak.  Jago masak tidak pernah jadi bagian dari tujuanku sebelum ini. Apa yang mengubahku? Banyak hal, di antaranya drakor-drakor yang penuh dengan adegan dari restoran ke restoran. Orang korea itu, ketika menikmati makanan enak, mereka mengekspresikannya dengan (agak) berlebihan menurutku. Tapi konon, itu cara mereka berterima kasih (baca: bersyukur) atas makanan yang mereka makan. Makanan yang baik (enak, cantik, sehat) bisa menjadi salah satu faktor meningkatkan kualitas hidup seseorang. Aku jadi lebih penasaran saja pada makanan, terutama makanan rumahan. Hal lain yang mendorongku adalah, karena aku mulai senang melihat-lihat panci, pan, alat masak apapun itu di pasar onlen. Aneh juga, kenapa hanya dengan melihat benda-benda itu, aku merasa senang. Kata seorang teman, mungkin aku s...